Senin, 07 November 2011

Renungan Untuk Seorang Muslim

Ciank agan ...agan

baru selesai istrahat kerja + ada waktu luang 30 menit...akhir y manfaatkan buat ngurus blog yang baru seumur jaggung,,eh pas lagi asyik baca artikel di website sebelah...tergugah hati untuk upload k blog sebagai bahan intropeksi diri serta sebagai motivasi biar semakin baik...amin ya rabbal alamin..

sedikot Gan

Kuburan Setiap Hari Menyeru Manusia Sebanyak 5 Kali...:
  1. 1.    Aku rumah yang terpencil, maka kamu akan senang dengan selalu membaca Al-Qur'an.
  2. 2.    Aku rumah yang gelap, maka terangilah aku dengan selalu sholat malam.
  3. 3.    Aku rumah penuh dengan tanah dan debu, bawalah amal soleh yang menjadi hamparan.
  4. 4.    Aku rumah ular berbisa, maka bawalah amalan Bismillah sebagai penawar
  5. 5.   Aku rumah pertanyaan Munkar dan Nakir, maka banyak-banyaklah membaca bacaan "Laa ilahailallah, Muhammadar Rosulullah" supaya kamu mendapat jawaban kepadanya.


Lima Jenis Racun dan Lima Penawarnya...:
  1. 1.    Dunia itu racun, zuhud itu obatnya.
  2. 2.    Harta itu racun, zakat itu obatnya.
  3. 3.    Perkataan yang sia-sia itu racun, zikir itu obatnya.
  4. 4.    Seluruh umur itu racun, taat kepada-Nya itu obatnya.
  5. 5.    Seluruh tahun itu racun, Ramadhan itu obatnya.


Ada 4 Yang Di Pandang Sebagai Ibu, yaitu: (Sabda Nabi Muhammad SAW)
  1. 1.    Ibu dari segala OBAT adalah SEDIKIT MAKAN
  2. 2.    Ibu dari segala ADAB adalah SEDIKIT BERBICARA
  3. 3.    Ibu dari segala IBADAH adalah TAKUT BERBUAT DOSA
  4. 4.    Ibu dari segala CITA-CITA adalah SABAR


Orang Yang Tidak Melakukan Sholat: (renungan dari Al-Qur'an)
  1. 1.    Subuh : Dijauhkan cahaya muka yang bersinar
  2. 2.    Dhuhur : Tidak diberikan berkah dalam rezekinya
  3. 3.    Asar : Dijauhkan dari kesehatan dan kekuatan
  4. 4.    Maghrib : Tidak diberi santunan oleh anak-anaknya
  5. 5.    Isya' : Dijauhkan kedamaian dalam tidurnya

Minggu, 06 November 2011

Bolehkah Wanita Haidh Masuk ke Masjid????

Dalam masalah ini ada perselisihan pendapat di kalangan Ahli Ilmu, ada yang membolehkan dan ada yang tidak membolehkan.
Asy Syaikh Mushthafa Al Adawi membawakan dalil dari kedua belah pihak dan kemudian ia merajihkan/menguatkan pendapat yang membolehkan wanita haidmasuk ke masjid. Berikut ini dalil-dalilnya :
Dalil Yang Membolehkan :
1) Al Bara’ah Al Ashliyyah, maknanya tidak ada larangan untuk masuk ke masjid.
2) Bermukimnya wanita hitam yang biasa membersihkan masjid, di dalam masjid, pada masa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Tidak ada keterangan bahwasannya Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam memerintahkan dia untuk meninggalkan masjid ketika masa haidnya, dan haditsnya terdapat dalam Shahih Bukhari.
3) Sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam kepada ‘Aisyah radhiallahu ‘anha yang tertimpa haid sewaktu melaksanakan ibadah haji bersama beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam :
"Lakukanlah apa yang diperbuat oleh seorang yang berhaji kecuali jangan engkau Thawaf di Ka’bah." (HR. Bukhari nomor 1650)
Dalam hadits di atas Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam tidak melarang ‘Aisyah untuk masuk ke masjid dan sebagaimana jamaah haji boleh masuk ke masjidmaka demikian pula wanita haid (boleh masuk masjid).
4) Sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam :
"Sesungguhnya orang Muslim itu tidak najis." (HR. Bukhari nomor 283 dan Muslim nomor 116 Kitab Al Haid)
5) Atha bin Yasar berkata : "Aku melihat beberapa orang dari shahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam duduk di masjid dalam keadaan mereka junub apabila mereka telah berwudlu seperti wudlu shalat." (Dikeluarkan oleh Said bin Manshur dalam Sunan-nya dan isnadnya hasan)
Maka sebagian ulama mengkiaskan junub dengan haid.
Mereka yang membolehkan juga berdalil dengan keberadaan ahli shuffah yang bermalam di masjid. Di antara mereka tentunya ada yang mimpi basah dalam keadaan tidur. Demikian pula bermalamnya orang-orang yang i’tikaf di masjid, tidak menutup kemungkinan di antara mereka ada yang mimpi basah hingga terkena janabah dan di antara wanita yang i’tikaf ada yang haid.
Dalil Yang Melarang :
1) Firman Allah Ta’ala :
"Wahai orang-orang yang beriman janganlah kalian mendekati shalat sedangkan kalian dalam keadaan mabuk hingga kalian mengetahui apa yang kalian ucapkan dan jangan pula orang yang junub kecuali sekedar lewat sampai kalian mandi." (An Nisa’ : 43)
Mereka mengatakan bahwa yang dimaksud dengan kata ‘shalat’ dalam ayat di atas adalah tempat-tempat shalat, berdalil dengan firman Allah Ta’ala :
"… niscaya akan runtuh tempat-tempat ibadah ruhban Nasrani, tempat ibadah orang umum dari Nasrani, shalawat, dan masjid-masjid." (Al Hajj : 40)
Mereka berkata : "((Akan runtuh shalawat)) maknanya ((akan runtuh tempat-tempat shalat))."
Di sini mereka mengkiaskan haid dengan junub. Namun kata Asy Syaikh Mushthafa : "Kami tidak sepakat dengan mereka karena orang yang junub dapat segera bersuci sehingga di dalam ayat ini ada anjuran untuk bersegera dalam bersuci, sedangkan wanita yang haid tidak dapat berbuat demikian."
2) Sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam kepada para wanita ketika beliau memerintahkan mereka untuk keluar ke tanah lapangan pada saat shalat Ied. Beliau menyatakan :
"Hendaklah wanita-wanita haid menjauh dari mushalla." (HR. Bukhari nomor 324)
Jawaban atas dalil ini adalah bahwa yang dimaksud dengan ‘mushalla’ di sini adalah ‘shalat’ itu sendiri, yang demikian itu karena Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dan para shahabatnya shalat Ied di tanah lapang, bukan di masjid dan sungguh telah dijadikan bumi seluruhnya untuk ummat ini sebagai masjid (tempat shalat).
3) Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam mendekatkan kepala beliau kepada ‘Aisyah yang berada di luar masjid ketika beliau sedang berada di dalam masjid, hingga ‘Aisyah dapat menyisir beliau dan ketika itu ‘Aisyah sedang haid.
Jawaban atas dalil ini adalah tidak ada di dalamnya larangan secara jelas bagiwanita haid untuk masuk ke dalam masjid. Sementara di masjid itu sendiri banyak kaum pria dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam tentu tidak suka mereka sampai melihat istri beliau.
4) Perintah-perintah yang ada untuk membersihkan masjid dari kotoran-kotoran.
Dalam hal ini juga tidak ada larangan yang tegas bagi wanita haid. Yang jelas selama wanita haid tersebut aman dari kemungkinan darahnya mengotori masjid, maka tidak apa-apa ia duduk di dalam masjid.
5) Hadits yang lafadhnya :
"Aku tidak menghalalkan masjid bagi orang junub dan tidak pula bagi wanita haid." (HR. Abu Daud 1/232, Baihaqi 2/442. Didlaifkan dalam Al Irwa’ 1/124)
Namun hadits ini dlaif (lemah) karena ada rawi bernama Jasrah bintu Dajaajah.
"Sebagai akhir", kata Asy Syaikh Mushthafa, "kami memandang tidak ada dalil yang shahih yang tegas melarang wanita haid masuk ke masjid, dan berdasarkan hal itu boleh bagi wanita haid masuk masjid atau berdiam di dalamnya." (Jami’ Ahkamin Nisa’ 1/191-195, dengan sedikit ringkasan)


Penulis: Al Ustadzah Ummu Ishaq Al Atsariyyah
Judul Asli: Hukum dan Masail Haid
Dikutip dari: MUSLIMAH Edisi 39/1422 H/2001 M Rubrik Kajian Kita
Sumber: http://darussalaf.or.id
URL >>>> http://hanifatunnisaa.blogsome.com/2009/08/27/bolehkah-wanita-haid-masuk-ke-masjid/trackback/

MEMAHAMI ISLAM MELALUI AKAL “???”

By. Harun Yahya
Lihatlah sekeliling anda dari tempat duduk anda. Akan anda dapati bahwa segala sesuatu di ruang ini adalah “buatan”: dindingnya, pelapisnya, atapnya, kursi tempat duduk anda, gelas di atas meja dan pernak-pernik tak terhitung lainnya. Tidak ada satu pun yang berada di ruang anda dengan kehendak mereka sendiri. Gulungan tikar sederhana pun dibuat oleh seseorang: mereka tidak muncul dengan spontan atau secara kebetulan.
Orang yang hendak membaca buku mengetahui bahwa buku ini ditulis oleh pengarangnya karena alasan tertentu. Tak pernah terpikir olehnya bahwa barangkali buku ini muncul secara kebetulan. Begitu pula, orang yang memandang suatu pahatan tidak sangsi sama sekali bahwa pahatan ini dibuat oleh seorang pemahat. Hal ini bukan mengenai karya seni saja: batu bata yang bertumpukan pun pasti dikira oleh siapa saja bahwa tumpukan batu bata sedemikian itu disusun oleh seseorang dengan rencana tertentu. Karena itu, di mana saja yang terdapat suatu keteraturan—entah besar entah kecil—pasti ada penyusun dan pelindung keteraturan ini. Jika pada suatu hari seseorang berkata dan menyatakan bahwa besi mentah dan batu bara bersama-sama membentuk baja secara kebetulan, yang kemudian membentuk Menara Eiffel secara lagi-lagi kebetulan, tidakkah ia dan orang yang mempercayainya akan dianggap gila?
Pernyataan teori evolusi, suatu metode unik penyangkal keberadaan Allah, tidak berbeda daripada ini. Menurut teori ini, molekul-molekul anorganik membentuk asam-asam amino secara kebetulan, asam-asam amino membentuk protein-protein secara kebetulan, dan akhirnya protein-protein membentuk makhluk hidup secara lagi-lagi kebetulan. Akan tetapi, kemungkinan pembentukan makhluk hidup secara kebetulan ini lebih kecil daripada kemungkinan pembentukan Menara Eiffel dengan cara yang serupa, karena sel manusia bahkan lebih rumit daripada segala struktur buatan manusia di dunia ini.
Bagaimana mungkin mengira bahwa keseimbangan di dunia ini timbul secara kebetulan bila keserasian alam yang luar biasa ini pun bisa teramati dengan mata telanjang? Pernyataan bahwa alam semesta, yang semua unsurnya menyiratkan keberadaan Penciptanya, muncul dengan kehendaknya sendiri itu tidak masuk akal.
Karena itu, pada keseimbangan yang bisa dilihat di mana-mana dari tubuh kita sampai ujung-ujung terjauh alam semesta yang luasnya tak terbayangkan ini pasti ada pemiliknya. Jadi, siapakah Pencipta ini yang mentakdirkan segala sesuatu secara cermat dan menciptakan semuanya?
Ia tidak mungkin zat material yang hadir di alam semesta ini, karena Ia pasti sudah ada sebelum adanya alam semesta dan menciptakan alam semesta dari sana. Pencipta Yang Mahakuasa ialah yang mengadakan segala sesuatu, sekalipun keberadaan-Nya tanpa awal atau pun akhir.
Agama mengajari kita identitas Pencipta kita yang keberadaannya kita temukan melalui akal kita. Melalui agama yang diungkapkan kepada kita, kita tahu bahwa Dia itu Allah, Maha Pengasih dan Maha Pemurah, Yang menciptakan langit dan bumi dari kehampaan.
Meskipun kebanyakan orang mempunyai kemampuan untuk memahami kenyataan ini, mereka menjalani kehidupan tanpa menyadari hal itu. Bila mereka memandang lukisan pajangan, mereka takjub siapa pelukisnya. Lalu, mereka memuji-muji senimannya panjang-lebar perihal keindahan karya seninya. Walau ada kenyataan bahwa mereka menghadapi begitu banyak keaslian yang menggambarkan hal itu di sekeliling mereka, mereka masih tidak mengakui keberadaan Allah, satu-satunya pemilik keindahan-keindahan ini. Sesungguhnya, penelitian yang mendalam pun tidak dibutuhkan untuk memahami keberadaan Allah. Bahkan seandainya seseorang harus tinggal di suatu ruang sejak kelahirannya, pernak-pernik bukti di ruang itu saja sudah cukup bagi dia untuk menyadari keberadaan Allah.
Tubuh manusia menyediakan begitu banyak bukti yang mungkin tidak terdapat di berjilid-jilid ensiklopedi. Bahkan dengan berpikir beberapa menit saja mengenai itu semua sudah memadai untuk memahami keberadaan Allah. Tatanan yang ada ini dilindungi dan dipelihara oleh Dia.
Tubuh manusia bukan satu-satunya bahan pemikiran. Kehidupan itu ada di setiap milimeter bidang di bumi ini, entah bisa diamati oleh manusia entah tidak. Dunia ini mengandung begitu banyak makhluk hidup, dari organisme uniseluler hingga tanaman, dari serangga hingga binatang laut, dan dari burung hingga manusia. Jika anda menjumput segenggam tanah dan memandangnya, di sini pun anda bisa menemukan banyak makhluk hidup dengan karakteristik yang berlainan. Di kulit anda pun, terdapat banyak makhluk hidup yang namanya tidak anda kenal. Di isi perut semua makhluk hidup terdapat jutaan bakteri atau organisme uniseluler yang membantu pencernaan. Populasi hewan di dunia ini jauh lebih banyak daripada populasi manusia. Jika kita juga mempertimbangkan dunia flora, kita lihat bahwa tidak ada noktah tunggal di bumi ini yang tidak mengandung kehidupan. Semua makhluk ini yang tertebar di suatu bidang seluas lebih daripada jutaan kilometer persegi itu mempunyai sistem tubuh yang berlainan, kehidupan yang berbeda, dan pengaruh yang berbeda terhadap keseimbangan lingkungan. Pernyataan bahwa semua ini muncul secara kebetulan tanpa maksud atau pun tujuan itu gila-gilaan. Tidak ada makhluk hidup yang muncul melalui kehendak atau upaya mereka sendiri. Tidak ada peristiwa kebetulan yang bisa menghasilkan sistem-sistem yang serumit itu.
Semua bukti ini mengarahkan kita ke suatu kesimpulan bahwa alam semesta berjalan dengan “kesadaran” (consciousness) tertentu. Lantas, apa sumber kesadaran ini? Tentu saja bukan makhluk-makhluk yang terdapat di dalamnya. Tidak ada satu pun yang menjaga keserasian tatanan ini. Keberadaan dan keagungan Allah mengungkap sendiri melalui bukti-bukti yang tak terhitung di alam semesta.
Sebenarnya, tidak ada satu orang pun di bumi ini yang tidak akan menerima kenyataan bukti ini dalam hati sanubarinya. Sekalipun demikian, mereka masih mengingkarinya “secara lalim dan angkuh, kendati hati sanubari mereka meyakininya” (Surat an-Naml, 14), sebagaimana yang dinyatakan dalam Al-Qur’an.

Sabtu, 05 November 2011

Windows 8 Dev 6.2.8102.0 DiskImage x64 ENG 2011

Malam Agan - Agan


sebelumnya saya ucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1432 H Bagi yang merayakan
langsung aja gan malam ni w mau share window 8 Developer versi 6.2.8102.0 64 system 64 bits 


adapun persyaratan buat nginstal ni window 
  1. Ghz 64 Bits
  2. RAM minimal 2 Gb
  3. Ruang Instalan 20 GB
  4. Jangan Lupa baca Bismillah....
Link download Di Sini Ukuran File 4.34 Gb

Say Thank'S

Counter Strike extreme V6 2011

ni....gan
game besutan Megaxus update lagi Counter Strike V6 2011


Gw rasa ni game di update untuk memperingati hari halowen 8-}
ok Gan langsung aj k TKP

1. Part I
2. Part II
3. Part III
4.Part IV

oh y kalau udah selesai donwload tu game jangan lupa download MSCOMCTL.OCX Di Sini 
kalau udah di downlod Copy "MSCOMCTL.OCX" tersebut ke "C:\Windows\System32\"
Kemudian klik Start --> Run , ketik "Regsvr32 MSCOMCTL.OCX